Kumpulan Berita
Pada masa Pangeran Diponegoro morfin atau sejenis candu bagian dari narkotika pernah jadi komoditi yang menggiurkan. Komoditi itu diperjualbelikan dan dikonsumsi secara legal oleh setiap orang. Bahkan konon ada laporan pasukan Pangeran Diponegoro mengonsumsi narkotika saat Perang Jawa agar tidak sakit.
Sosoknya justru menginspirasi sang pangeran untuk melakukan pemberontakan.
Operasi pengejaran oleh Belanda terus dilanjutkan hingga ke wilayah Yogyakarta Utara.
RAPI dan dahsyatnya strategi pemberontakan Pangeran Diponegoro dan pasukannya mengejutkan Belanda.
Keraton yang sudah terlanjur berkongsi dengan Belanda juga terkena getahnya, dengan pengepungan di wilayah tak jauh dari bangunan Keraton Yogyakarta.
Pasukan Pangeran Diponegoro melakukan serangan umum ke Yogyakarta dengan kekuatan tiga kolone atau sekitar 6.000 pasukan, dibagi dalam tiga sektor.
Pangeran Diponegoro memang beberapa kali dipanggil oleh sang residen Belanda di Yogyakarta itu untuk menghadapnya. Tapi panggilan itu tak digubris sang pangeran.
Kemenangan Belanda di Bojonegoro pada pertempuran 5 Februari 1828, berimbas kepada daerah lain.