INDRAMAYU - Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Zaenal Mufid membeberkan sejumlah indikasi penyimpangan dari Ma'had Pondok Pesantren (ponpes) Al Zaytun di Indramayu.
Ia menjelaskan, salah satunya tampak dri i'tidal Al Zaytun saat sholat Idul Fitri 2023, yang dilakukan berjarak dengan berdasarkan Alquran surat Al-Mujadalah ayat 11.
"Diputuskan dalam Bahtsul Masail kali ini, yakni i'tidal yang digunakan pihak Al Zaytun menyimpang dari Ashlu Sunnah Waljamaah dan termasuk penafsiran Alquran secara serampangan yang diancam oleh Nabi Muhammad SAW dan masuk neraka," ujar KH Zaenal Mufid, kepada MNC Portal Indonesia, saat kegiatan di Ponpes Hidayatut Tholibin, Kabupaten Indramayu, Jumat (16/6/2023).
Kedua, sholat dilakukan berjarak bertentangan dengan hadits shahih yang tegas menganjurkan merapatkan barisan sholat. Ketiga, bertentangan dengan kesepakatan ulama atau ijtima ulama perihal anjuran merapatkan barisan sholat.
KH Zaenal Mufid menuturkan, penyimpangan lain terlihat atas adanya perempuan dan nonmuslim di antara jamaah sholat yang mayoritas semuanya laki-laki. Dalihnya adalah mengikuti Mazhab Bung Karno.
Follow Berita Okezone di Google News