Kumpulan Berita
Langkah ini diambil Teheran karena pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon.
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. Eskalasi terbaru ini terjadi di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan telah mengajukan pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah meningkatnya pengaruh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pemerintahan negara tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat (AS), di kawasan Timur Tengah setelah serangan terbaru Washington ke wilayah Iran selatan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran harus mencakup persyaratan bagi beberapa negara tambahan.
Laporan intelijen AS mengklaim bahwa China merupakan pihak yang berpotensi memasok senjata kepada Iran di tengah konflik dengan AS.
Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran ke Iran jika kesepakatan tak tercapai.
Iran kembali menegaskan haknya untuk pengayaan uranium dan kegiatan nuklir yang damai.