Kumpulan Berita
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 memicu longsoran di sejumlah wilayah. Longsoran terjadi di sepanjang jalur strategis Ende, Nagekeo, Bajawa hingga Maumere.
Skema ini disiapkan untuk memastikan warga tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama menunggu proses pembangunan hunian tetap.
Pemerintah, atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, terus mempercepat pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima pascabencana, Rabu (19/8/2026), sebanyak 253 ton logistik telah dikirim ke wilayah terdampak.
Aktivitas gempa bumi susulan pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan magnitudo (M) 7,7 masih terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, sebanyak 2.768 gempa bumi susulan telah terjadi.
Upaya penanganan bencana tidak hanya diberikan dalam bentuk penyediaan kebutuhan dasar bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT juga mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu membuka kembali akses yang terdampak longsor
Sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan pembaruan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WIB.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meninjau dua posko pengungsian korban bencana alam gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).