Kumpulan Berita
Hampir sebulan setelah gempa utama magnitudo (M) 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 15.156 aktivitas gempa susulan hingga Minggu (13/9/2026) pukul 05.00 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 98W di wilayah Laut Cina Selatan, tepatnya di sebelah timur Vietnam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Jabodetabek pada Minggu (13/9/2026) secara umum cerah berawan hingga berawan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung mulai dini hari hingga sore.
Guncangan gempa dirasakan hingga Bandung, Yogyakarta, hingga Mentawai.
Menurut BMKG, gempa ini merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab dan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Jabodetabek, pada Sabtu (12/9/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang wilayah Maluku Barat Daya, Maluku, pada Jumat (11/9/2026) malam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan September 2026 masih menjadi fase kritis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kondisi cuaca kering yang masih dominan, pengaruh El Nino, serta tingginya jumlah titik panas (hotspot) menjadi faktor yang perlu terus diwaspadai seluruh pemangku kepentingan.