Kumpulan Berita
Pemerintah mempercepat pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak hanya pemerintah, BUMN juga memberikan bantuan kepada korban gempa bumi di NTT.
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,1 (sebelum dimutakhirkan M6,2) mengguncang wilayah Laut Banda, Maluku Barat Daya, pada Senin (24/8/2026) pukul 21.10 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG menyatakan bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa besar berkekuatan M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berakhir.
Kendati demikian, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
Peringatan dini tsunami meliputi wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTT), Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
BMKG mengatakan tingkat siaga tsunami terjadi di sejumlah wilayah NTT dan Sulsel. Ancaman gelombang setinggi 0,5 meter hingga 3 meter.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menandai peringatan 20 tahun peristiwa tsunami di Pangandaran, Jawa Barat, sebagai refleksi untuk terus membangun ketangguhan masyarakat di wilayah pesisir. Jika tragedi Tsunami Aceh 2004 menjadi titik awal inisiasi pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) dari hulu hingga hilir, maka tsunami Pangandaran yang terjadi 2 tahun pasca-tsunami Aceh menjadi tonggak penting percepatan pembangunan InaTEWS hingga akhirnya dapat diresmikan pada 2008.
BMKG mengoperasikan radar laut canggih berupa teknologi pemantauan mutakhir High Frequency (HF) Radar Array. Pengoperasian radar ini menandai langkah strategis BMKG dalam memperkuat sistem observasi laut nasional, mempercepat peringatan dini tsunami, serta melindungi keselamatan nelayan dan aktivitas pelayaran di wilayah pesisir barat Sumatera.